- See more at: http://ningsih-ps.blogspot.com/2012/08/cara-memasang-widget-like-box-fb-keren.html#sthash.7BPIwy9N.dpuf

Senin, 27 Februari 2017

HIKMAH BESAR DIBALIK HAID(MENSTRUASI)-NYA SEORANG WANITA

HIKMAH  BESAR DIBALIK HAID (MENSTRUASI)-NYA SEORANG WANITA
Allah menjadikan Haid pada wanita tentu bukan tanpa alasan karena semua yang diciptakan Allah itu pasti ada alasan dan hikmah yang besar bagi kita semua.
Lalu apa hikmah haid bagi wanita…?
Dari segi medis/Ilmu kesehatan Haid (Menstruasi)adalah proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dindng rahim  bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi yang pasti akan terjadi pada wanita yang normal, yang akan datang setiap sebulan sekali yang bisa membantu membersihkan tubuh dan darah pada wanita dari berbagai mikro organisme, terutama bakteri selain itu haid/menstruasi dapat membantu waanita dalam melepaskan bakteri dari system reproduksi dan memungkinkan tubuh untuk menghilangkan kelebihan zat besi, sehingga dapat menurunkan resiko Alzheimer, penyakit jantung dan stroke. Sehingga tubuh menjadi tetap sehat.
Adapun dari sudut pandang Syar’I Haidh secara etimologis (bahasa) berarti mengalir. Dikatakan “Haadha al-waadi”  Jika airnya mengalir. Kata ini adalah masdar (infinitive) Seorang wanita dikatakan haidh jika darah (haid)-nya mengalir.
Sedangkan haid secara terminologis (syar’i) adalah suatu keadaan tidak suci dari seorang wanita karena keluarnya darah secara alami dari dalam rahim seorang wanita yang menyebabkan dia berada dalam keadaan junub atau berhadas besar, sehingga bagi wanita ada beberapa hal yang dilarang untuk dilakukanya ketika ia sedang haid diantaranya: Sholat, Puasa, menyentuh/membawa mushaf, membaca Al-qur’an, I’tikaf, thowaf, bersetubuh/bersenang-senang diantara pusar dan lutut, talak, melewati masjid jika dikhawatirkan akan mengotori masjid. Alasan pelarangan atas hal-hal yang disebutkan diatas adalah karena orang yang sedang haid adalah dalam keadaan kotor sebagaimana disebutkan dalam surat Al-baqoroh ayat 222 yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.
Dan dalam ilmu fiqih haid juga merupakan tanda bagi wanita bahwa dirinya sudah masuk pada usia baligh sehingga sudah dikenai kewajiban untuk melaksanakan syari’at agama Islam.
Meskipun demikian haid juga memiliki hikmah yang besar. Karena Allah Ta’ala menciptakan darah dan menetapkanya bagi kaum perempuan sebagai makanan bagi janin. Allah menciptakan anak dari air mani laki-laki dan perempuan. Kemudian Dia memberikan makanan padanya ketika masih di rahim dengan darah melalui tali pusar. Oleh karena itu, wanita yang sedang hamil rata-rata tidak mengalami haidh. Jika seorang wanita yang hamil melahirkan, maka sisa-sisa makanan anak akan keluar dalam bentuk darah nifas. Kemudian dengan hikmah-nya, Allah Ta’ala mengubah dari sebagian darah ibu menjadi susu yang dikonsumsi anak melalui penyusuan. Karena itu pula-lah, mayoritas wanita yang menyusui tidak akan mengalami haid. Setelah selesai hamil dan menyusui, darah itu akan kembali lagi ditempatnya, kemudian akan keluar setiap bulanya sekitar enam atau tujuh hari  terkadang ada yang lebih dari itu atau kurang, sesuai dengan ketetapan yang diberikan oleh Allah Ta’ala dalam kebiasaan hidup wanita.
Selain hikmah diatas haid juga masih memiliki hikmah besar lainya diantaranya seperti yang diterangkan didalam kitab Ahlaqun-nisaa’. Dalam kitab Ahlaqun-nisaa’ diterangkan bahwa wanita yang sedang haid itu akan menjadi kafarat(tebusan) atas semua dos-dosanya yang telah lalu ketika dia mau membaca Alhamdulillah dalam setiap langkahnya/perbuatanya, dan mau membaca Astghfirullah setiap melakukan dosa maka Allah akan mencatat dia bebas dari siksa neraka, dan bisa melewati jembatan yang berada diatas neraka jahannam (Jembatan Shirothol mustaqim) dan selamat dari siksa, dan setiap harinya di angkat derajadnya oleh Allah Ta’ala seperti derajadnya empat puluh orang yang mati syahid,  yang demikian itu bagi wanita yang sedang haid selalu ingat dan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Demikian itulah kelebihan yang diberikan oleh Allah ta’ala bagi para wanita. Oleh karena itu ketika wanita sedang haid bukan berarti tidak bisa melakukan amal ibadah apa-apa  sehingga menjadi bermalas-malasan karena jika kita mau memperhatikan dengan sungguh-sungguh, ternyata haid memiliki hikmah yang cukup besar yang dapat mendatangkan pahala besar bagi wanita.
Wallahu A’lam
Semoga bermanfaat…!
By: SUJIMAN, S.Pd.I
Referensi :
1. Al-qur’an Alkarim
2. Kitab Sholatul mu’min ( Ensiklopedi Sholat)
3. Kitab Safinatun-najah
4. Kitab Akhlaqun-nisaa’
5. Http://sehatnesia.com
Poskan Komentar
[-] Save