- See more at: http://ningsih-ps.blogspot.com/2012/08/cara-memasang-widget-like-box-fb-keren.html#sthash.7BPIwy9N.dpuf

Minggu, 19 Februari 2017

Memaknai kemenangan dan kekalahan Islam dalam Pilkada DKI

APAKAH ISLAM KALAH….?
Sejak dimulai pendaftaran Calon Gubernur DKI kemarin sudah ramai menjadi pembicaraan masyaraka tkhususnya masyarakat dari kalangan umat Muslim, berita ini ramai dibicarakan baik dimedia social/sosmed mulai dari facebook, WA dll, maupun diberbagai media baik media elektronik maupun media cetak,karena pada pencalonan Gubernur DKI kali ini kebetulan ada salah satu pasangan calon yang berasal dari kalangan umat Non muslim. Sehingga sebagian masyarakat yang beragama Muslim beranggapan umat muslim tidak boleh memilih calon pemimpin dari orang non muslim,alasan mereka berdasarkan pada Firman Allah didalam Al-qur’an Surat Al-ma’idah ayat 51.
Berita tersebut menjadi tambah ramai lagi ketika ada isu dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Cahaya Purnama (AHOK), bahkan tidak hanya itu saja akibat dari adanya isu dugaan penistaan agama itu menyebabkan banyak masyarakat muslim yang marah yang akhirnya melakukan aksi bela islam dengan turun kejalan menuntut agar terduga dutuntut hukuman atas perbuatanya itu. Tidakhanya samapai disitu saja ,pada hari pelaksanaan pemilihan atau hari H, juga masih banyak postingan baik difacebook maupun WA yang meneriakkan ajakan untuk mendukung kemenangan umat muslim dan ajakan untuk mendo’akan kemenangan uma tmuslim.
Namun ironisnya ketika selesai dilakukan pencoblosan dan dari hasil penghitungan cepat yang bersifat sementara/Quick Qount ternyata justru Calon yang berasal darikalangan non muslimlah yang memperoleh suara terbanyak, dan disaat itu pula banyak masyaraka tdari umat muslim yang menunjukan sikap pesimis dengan beranggaapan bahwa kemenangan Ahok yang notabene dar igolongan non muslim sebagai kekalahan dar iumat Islam yang merupakan umat terbesar dinegeri ini. Yang menjadi pertanyaan sudah se-pesimis itukah mat muslim dinegeri ini terhadap Agama islam yang merupakan agama terbesar dinegeri ini?. Hal inisungguh disayangkan jika ini yang benar-benar terjadi pada masyarakat muslim dinegeri ini. Karena sesungguhnya Islam tidak pernah mengajarkan sikap pesimis kepada umatnya, justru sikap pisimis itu dilarang didalam islam, sebagaimana diterangkan dalam A-qur’an SuratAz-zumar ayat 53  yang artinya: Katakanlah: "Haihamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlahkamuberputusasadarirahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.bahkan Allah mencela sikap pesimis termasuk sikap orang-orang yang sesat sebagaimana diterangkan dalam Al-qur’ansurat Al-Hijrayat :56 yang artinya: Ibrahim berkata:"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat."Dan dalam ayat yang lain Allah juga mencela orang-orang yang berputus asa termasuk orang yang kafir sebagaimana dijelaskan dalam surat yusuf ayat 7 yang artinya: “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."
Namun sebaliknya Islam justru memerintahkan umatnya untuk selalu optimis sebagaimana diterangkan dalam Al-qur’an Surat Ar-ra’dayat 11 yang artinya: “Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Juga diterangkan dalam hadis Nabi berikut yang artinya: “"Sesungguhnya Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkannya satu bagian untuk seluruh makhluk-Nya, sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat (kasih sayang) yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga, dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka.".
Dengan demikian pantaskah kita memperhatikan kekafiran orang lain namun yang kita lakukan sendiri tanpa kita sadari karena sikap pesimis kita tenyata justru menjadikan termasuk dari perbuatan orang-orang yang sesat dan orang-orang kafir sebagaiman dijelaskan dalam ayat diatas. Oleh karena itu buanglah sikap pesimis dari diri kita agar kita tidak termasuk orang-orang yang sesat.Karena kekalahan Umat muslim bukanlah ditentukan dengan kalahnya calon Gubernur dalam pilkada DKI. Kekalahan calon Gubernur DKI dari kalangan umat Muslim bukanlah ukuran kekalahan umat muslim dinegeri ini, umat muslim dinegeri ini banyak tersebar diseluruh nusantara tidak hanya di DKI saja,jadi kekalahan umat muslim dijakarta bukan bearti kekalahan umat muslim dinegeri ini. Karena pada hakikatnya keklahan umat Islam yang sebenarnya adalah ketika Nilai-nilaiajaran agama islam sudah tidak lagi memegang peranan dalam kehidupan masyarakat dinegeri ini bahkan sudah dilupakan oleh masyarakat dinegeri ini, inilah hakikat kekalahan Islam yang sebenarnya. Namun sebaliknya ketika Nilai-nilai ajaran Islam masih memegang peranan dalam mengatur kehidupan masyarakat ,bangsa dan Negara ini bearti Islam masih menang dan Islam tidak kalah. Jadi apalah artinya kemenagan Islam jika kejahatan, kemaksiatan dan kedholiman merajalela.
Oleh karen aitu marilah kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam kerangka kesatuan NKRI, karena bangsa ini tidak hanya terdiri dari umat muslim saja namun terdiri dari berbagai macam suku dan agama yang harus saling menghormati, karena Islam juga mengajarkan untuk tetap saling menghormati sekalipun terhadap agama lain selama mereka mau berdamai dan tidak memusuhi agama Islam sejarah telah membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW membuat Piagam Madinah itu tidak lain adalah untuk menjaga kerukunan antar umat beragama dan Al-qur’an-pun juga mengajarkan seperti itu seperti yang tertera dalam surat Al-kafirun yang artinya: “Untukmuagamamu, danuntukkulah, agamaku” ini berarti kita tidak boleh menganggu satu sama lain, dengan demikianNKRI HARGA MATI”
Wallahua’lam
By: SUJIMAN

Minggu, 01 Januari 2017

APLIKASI RAPORT LENGKAP

Dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 Ayat 1 disebutkan bahwa : Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Oleh sebab itu seorang guru harus memiliki beberapa Kompetensi  salah satunya adalah kompetensi pedagogik. Dalam Kompetensi pedagogik memuat beberapa hal termasuk diantaranya adalah kemampuan evaluasi hasil belajar dalam mengevaluasi hasil belajar. 
Adapun dalam melakukan Evaluasi terhadap hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan tehnik penilaian mulai dari penilaian hasil Ulangan harian, Observasi, tugas, proyek, dan lain sebagainya. Sebagai bukti bahwa guru telah melaksanakan itu semua maka harus di wujudkan dalam bentuk laporan hasil belajar mulai dari laporan nilai ulangan harian, tugas baik terstruktur ataupun tidak terstruktur, laporan nilai UTS, UAS dan RAPORT. 
Dalam pembuatan Laporan Nilai pun juga bisa dengan beberapa cara, baik dengan cara konvensional maupun dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini yakni dengan menggunakan Aplikasi penilaian baik dengan membuat sendiri atau menggunakan Aplikasi yang banyak disediakan diberbagai Blog di internet agar pekerjaan menjadi lebih cepat dan hemat tenaga, salah satunya seperti Aplikasi Raport yang saya posting ini.
Namun kedua-duanya juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti berikut :
1. Cara Konvensional
A. Kelebihanya:
1. Sederhana karena tanpa harus membutuhkan Peralatan apapun hanya butuh kertas dan bolpoint atau mungkin hanya kalkulator untuk menghitung nilai jika dibutuhkan.
2. Murah/Gratis (tanpa biaya) karena tidak haru memiliki Perangkat komputer dan lain sebagainya untuk membuat Aplikasi atau tidak perlu pulsa internet untuk mendownload Aplikasi jika tidak mampu membuat sendiri.
3. Semua Guru pasti bisa
B. Kekuranganya :
1. Butuh waktu lama untuk mengerjakan karena harus menghitung nilai secara manual baik dengan kalkulator atau tanpa Kalkulator
2. Banyak tenaga yang dibutuhkan kerana harus memasukan identitas siswa dll dalam setiap jenis dan model laporan
3. Dalam zaman yang sudah mengalami kemajuan teknologi saat ini guru yang tidak mampu memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat akan dianggap guru yang GAPTEK (Gagap Teknologi) padahal saat ini seharusnya sudah tidaka ada lagi guru yang GAPTEK (Gagap Teknologi).
4. Masih berpotensi salah dalam menghitung Nilai terlebih jika kurang fokus saat mengerjakan.

2. Cara Modern yang sudah menggunakan Aplikasi
A. Kelebihan
1. Waktu pengerjaan lebih singkat karena tinggal mengentry data siswa dan nilai Nilai akhir sudah otomatis jadi.
2. Ringan tenaga karena bisa dilakukan dengan copy paste yang penting data Valid.
3. Tingkat kesalahan minim /lbih sedikit karena sudah menggunakan rumus yang pasti.
4. Guru tentu sudah tidak lagi dianggap sebagai Guru yang GAPTEK (Gagap Teknologi) karena sudah mengikuti kemajuan teknologi.
B. Kekuranganya :
1. Butuh Biaya lebih banyak untuk menyediakan peralatan yang memadai, mulai dari komputer, printer dll.
2. Butuh biaya internet bagi yang hanya dapat menggunakan Aplikasi hasil download dari internet karena tidak bisa membuat sendiri.
3. Tidak semua guru mampu

Nah setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing apakah sebagai guru anda ingin memilih cara yang  konvensional yang banyak membutuhkan waktu dan tenaga atau akan memilih dengan menggunakan Aplikasi yang lebih hemat waktu dan hemat tenaga. 
Jika anda memilih cara yang lebih singkat waktu dan hemat tenaga namun untuk membuatnya sendiri saya ingin berbagi dengan para teman-teman guru Aplikasi yang bisa meringankan pekerjaan dalam pembuatan Nilai yang sudah lengkap mulai dari laporan Nilai Ulangan harian sampai jadi Raport yang siap dibagikan kepada siswa. bagi yang ingin mendownload Aplikasi Raport KTSP silahkan Klik Disini 
Semoga bermanfaat.

Minggu, 27 November 2016

Aplikasi Tes kepribadian untuk meningkatkan semangat belajar siswa


Minat dan semangat belajar siswa yang rendah adalah musuh utama bagi para guru. Dikarenakan kondisi semacam ini sudah pasti akan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Semua guru pasti tidak menginginkan kondisi semacam ini terjadi dikelasnya. Tetapi bagaimana cara mengatasi masalah seperti ini menjadi kendala bagi para guru khususnya bagi para guru yang ada didaerah atau dipedesaan. Memang saat ini sudah banyak literature yang menyebutkan bahwa pembelajaran dengan model kooperatif dianggap mampu meningkatkan minat belajar siswa.  Memang benar jika metode tersebut diterapkan di kelas pada sekolah yang ada di perkotaan atau pada sekolah dengan jumlah murid yang banyak, tetapi cara itu tidak mudah untuk diterapkan dikelas pada sekolah dengan jumlah murid yang minim, misal satu kelas hanya ada kurang dari lima siswa saja sehingga metode yang digunakan tidak lain hanyalah menggunakan metode ceramah atau dengan metode seadanya. Kondi semacam ini tentu akan berpengaruh pada minat belajar siswa, minat belajar siswa akan menjadi rendah ketika siswa sudah mengalami kejenuhan akibat metode belajar yang digunakan kurang menarik bagi siswa. Bagi guru yang memiliki jumlah murid hanya sedikit ada salah satu cara yang bisa di pakai oleh guru agar siswa tidak mengalami kejenuhan disaat mengikuti pelajaran, guru harus mampu menciptakan suasana baru atau suasana relaks ditengah2 kejenuhan siswa salah satunya bisa dengan membuat aplikasi desktop/pc yang menarik, interaktif dan sedikit lucu.  Jika tidak bisa membuat sendiri bisa  di internet berbagai aplikasi yang bersifat interaktif dan lucu salah satu contohnya adalah seperti aplikasi Tes kepribadian yang saya buat ini. Dijamin dengan menggunakan aplikasi ini siswa anda akan terbebas dari rasa jenuh karena aplikasi ini agak sedikit lucu. Untuk mendapatkan aplikasi ini silahkan download disini semoga bermanfaat.

Rabu, 19 Oktober 2016

BERDAKWAH SESUAI AL-QUR’AN DAN HADIS

BERDAKWAH SESUAI AL-QUR’AN DAN HADIS

SUJIMAN, S.Pd.I
Guru SDN Jegreg I Kec. Modo

            Sebelum Datangnya Islam ke negeri ini, kita semua tahu bahwa masyarakat negeri ini hidup dalam kemusyrikan, hingga datangngya Islam kenegeri ini yang dibawa oleh para saudagar dari bangsa arab yang selanjutnya didakwahkan oleh para wali khususnya yang kita kenal dengan sebutan Wali Songo ditanah jawa. Kini berhasil menjadikan masyarakat negeri ini menjadi masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Keberhasilan yang luar ini bisa dapat dicapai tentu tidak terlepas dari metode berdakwah yang tepat sehingga masyarakat negeri ini yang asalnya berada dalam kemusyrikan kini menjadi bangsa dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam.
            Oleh sebab itu jika kita ingin berdakwah yang berhasil kita harus melakukan dakwah dengan metode yang tepat yakni selain mencontoh cara berdakwah yang dilakukan oleh para wali juga harus menggunakan cara dakwah sebagaimana yang diajarkan Al-qur’an maupun Hadis Nabi. Sebab tidak jarang yang berniat berdakwah untuk amar ma’ruf nahi munkar justru menimbulkan masalah yakni agama Islam yang sebenarnya adalah agama Rahmatan lil ‘alamin justru dianggap sebagai Agama radikal. Itu semu disebabkan didalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Agar dakwah kita berhasil kita harus memperhatikan beberapa dasar berdakwah yang diajarkan oleh Al-qur’an dan hadis berikut:
1.  Dalam Berdakwah harus Mengetahui Posisi dirinya
            Mengetahui posisi dirinya dalam berdakwah itu hal yang sangat penting dalam hal ini Nabi bersabda:
Artinya: Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim)
            Dari hadis diatas dapat kita fahami bahwa Menentang pelaku kebatilan dan menolak kemunkaran adalah kewajiban yang dituntut dalam ajaran Islam atas setiap muslim sesuai kemampuan dan kekuatannya oleh karena itu dalam berdakwah kita harus mengetahui Posisi kita. Posisi pertama: orang yang harus merubah kemungkaran dengan tanganya. Merubah dengan tanganya disini adalah jika kita memiliki kekuatan atau kekuasaan maka kita diperintahkan untuk mencegah kemungkaran dengan kekuatan/atau kekuasaan kita. Ini adalah tugas para pejabat dan penguasa yang memiliki kekuatan untuk merubah kemungkaran dengan kekuatanya misalnya dengan membuat peraturan dan perundang-undangan yang dapat mencegah kemungkaran melalui undang-undang tersebut. Posisi kedua : orang yang harus merubah kemungkaran dengan lisan ini adalah tugas dari para Da’i dan Alim Ulama. Sebagai orang yang mber-ilmu mereka berkewajiban mencegah kemungkaran dengan ilmunya. Posisi ketiga : orang yang harus mencegah kemungkaran dengan hatinya ini adalah kewajiban orang awam yang tidak memiliki kekuasaan juga tidak memiliki ilmu pengetahuan khususnya ilmu pengetahuan tentang hukum-hukum Islam dan ini adalah kedudukan yang paling lemah dalam mencegah kemungkaran.
            Hadis diatas memiliki makna yang sesuai dengan filosofi atau slogan dari bapak pendidikan Kihajar Dewantara dengan kalimat “Ing ngarso sung tulodho Ing madyo mangun karso Tutwuri handayani
            Perlunya mengetahui Posisi kita dalam berdakwah adalah agar jangan sampai orang yang yang ingin mencegah kemungkaran pada saat tidak memiliki kekuasaan tapi mereka  brusaha mencegah kemungkaran dengan tanganya akhirnya yang terjadi adalah tindakan-tindakan kekerasan sehingga akhirnya hanya akan menimbulkan anggapan bahwa Islam itu Agama Radikal. Selain itu dengan mengetahui posisinya tentu akan dapat mengetahui sasaran bagi dia dalam berdakwah.
2.  Memberikan Keteladanan
          Keteladanan didalam berdakwah adalah hal sangat penting, karena padasarnya Islam tidak diajarkan melalui paksaan, namun diajarkan berdasarkan keteladanan terutama dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Seperti dijelaskan didalam Al-qur’an surat At-tahrim ayat 6 yang artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Dan beberapa ayat berikut:
Artinya: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[1] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.QS: Al-baqarah(2) Ayat256

Artinya: Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?QS: Al -baqarah (2) Ayat 44

Artinya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.QS: As-shaf(61) Ayat 3

Artinya: Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif[2] dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),QS: An-nahl (16) ayat 120. 

Artinya:Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Qs: Al-ahdzab (33) ayat 21. 
Terkait dengan keteladanan dalam berdakwah mengajarkan Agama Islam juga telah diterangkan dalam beberapa hadis Nabi diantaranya:
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, 'Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HR:Muslim 8/620)

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, 'Pada hari kiamat kelak seseorang akan digiring ke neraka dan dicampakkan ke dalamnya. Setelah itu, usus-usus perutnya akan keluar terburai dan ia berputar-putar seperti keledai yang berputar-putar pada mesin penggiling gandum. Tak lama kemudian, para penduduk neraka berkumpul di sekelilingnya dan bertanya, "Hai fulan, mengapa kamu berada di sini? Bukankah kamu telah menganjurkan kami untuk berbuat ma'ruf dan mencegah kami dari perbuatan munkar? " Lelaki itu menjawab, "Ya. Dulu saya memang orang yang sering menganjurkan orang untuk berbuat baik, tetapi saya sendiri tidak melaksanakannya. Saya melarang orang lain untuk berbuat munkar, tetapi saya sendiri malah melakukannya" (HR;Muslim 8/224)
3.    Boleh Berdakwah Dengan Sedikit Lucu Asal Tidak Berlebihan
Dalam berdakwah dibolehkan ada sedikit guyon dengan tujuan untuk membuat orang lebih rileks dan tidak bosan, sehingga mereka akan merasa senang dengan apa yang kita sampaikan. Sebagaimana Sabda Nabi berikut:
Artinya: Dari Abu Musa, ia berkata, "Jika Rasulullah SAW hendak mengutus salah seorang sahabatnya dalam suatu urusan, maka beliau senantiasa berpesan, ' Gembirakanlah dan janganlah kalian gusarkan (buat mereka marah), serta permudahlah mereka dan janganlah kalian persulit'." HR ABU DAUD
           
Hadis diatas sangat jelas bahwa dalam berdakwah kita dianjurkan untuk berdakwah dengan cara mempermudah dan membuat gembira supaya mereka senang dengan apa yang kita sampaikan, sehingga mereka yang kita dakwahi  mau mendengarkan dan mengikuti kita. Dan kita dilarang mempersulit agar tidak membuat mereka justru akan lari meninggalkan kita, karena didalam Al-qur’an juga ada ayat yang bisa saja dianggap sedikit dengan kalimat lucu yang mana Allah bertanya kepada jahannam dalam surat berikut yang artinya:
(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam : "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab : "Masih ada tambahan?" Qs:Qaaf(50) ayat 30.

 Padahal allah yang menciptakan Jahannam dan Allah-lah yang maha tau mengenai ketentuan-nya, karena sesuatu yang diciptakan oleh Allah itu sudah dituntukan oleh Allah sesuai ketentuanya. Sebagaimana yang terdapat pada salah satu ayat berikut:
            Selain dari ayat Al-qur’an  juga ada hadis yang menggunakan sedikit guyon seperti hadis berikut:
Artinya: Dari Anas, bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, bawalah aku!' Nabi berkata, "Kami akan membawamu di atas anak unta. " Lelaki itu berkata, "Apa yang dapat kuperbuat dengan anak unta?" Nabi menjawab, "Bukankah unta besar dilahirkan oleh anak unta (yang sudah besar) ?" HR ABU DAUD

4.  Menghindari Berdebat dan saling Berselisih apalagi sampai saling menyalahkan atau saling mengkafirkan
          Didalam berdakwah kita harus menjauhi perdebatan dan perselisihan apalagi sampai mengkafirkan sesama muslim karena perdebatan dan perselisihan dalam ajaran Islam adalah termasuk perkara yang dibenci sebagaimana diterangkan dalam firman Allah berikut:
Artinya: Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka[3] tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, Maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya dia Maha mendengar lagi Maha Melihat. Surat Al mu’min(40) Ayat 56. 

Artinya: Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk. Surat Al An-‘am(6) ayat 117
Perintah untuk menghindari berdebat dan saling berselisih dalam berdakwah ini juga diterangkan dalam beberapa hadis berikut:
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah mengabarkan kepada kami Abdushshamad telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Abu 'Imran Al Jauni dari Jundab bin Abdullah bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Bacalah alquran, selama menjadikan hati kalian bersatu padu, namun jika kalian berselisih, tinggalkanlah." Abu Abdullah berkata, Yazid bin harun berkata dari Harun Al Al'war telah menceritakan kepada kami Abu Imran dari Jundab dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." HR BUKHORI
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Manshur dia berkata; saya mendengar Abu Wa`il bercerita dari Abdullah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mencela orang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran." Hal ini diperkuat juga oleh riwayat Ghundar dari Syu'bah." HR BUKHORI

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Al Husain dari Abdullah bin Buraidah telah menceritakan kepadaku Yahya bin Ya'mar bahwa Abu Aswad Ad Diili menceritakan kepadanya dari Abu Dzar radliallahu 'anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang melempar tuduhan kepada orang lain dengan kefasikan, dan tidak pula menuduh dengan kekufuran melainkan (tuduhan itu) akan kembali kepadanya, jika saudaranya tidak seperti itu." HR BUKHORI

5.  Harus dengan dasar dalil baik dali Al-qur’an dan As-sunnah tidak boleh hanya berdasar opini
          Didalam berdakawah harus berdasar pada dalil yang kuat. Apalagi bila menyangkut sesuatu yang berkaitan dengan hukum islam harus ada dalil yang kuat baik dari Al-qur’an dan As-sunnah, karena Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil). Didalam Al-qur’an maupun hadis kita sudah diajarkan untuk menyamapikan sesuatu berdasarkan dalil yang sah tidak boleh hanya berdasarkan opini. Seperti dijelaskan dalam firma Allah berikut:
Artinya: Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan Telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran). Surat An nisaa’(4) ayat 174. 

 Selain ayat diatas harusnya berdakwah berdasar dalil yang kuat juga dijelaskan dalam sebuah hadis Nabi, seperti diterangkan dalam hadis berikut:
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, aku mendengar Ibnul Munakdir berkata, aku mendengar Jabir bin Abdullah mengatakan, "Saat aku sakit Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar membesukku dengan berjalan kaki. Keduanya menjengukku sedang aku dalam keadaan pingsan. Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu dan menuangkan wudlunya kepadaku sehingga aku siuman. Kemudian aku katakan, "Wahai Rasulullah, " dan terkadang Sufyan menyebutkan "Hai Rasulullah (bukan Wahai namun Hai), bagaimana harus aku putuskan masalah hartaku? Dan bagaimana yang harus kuperbuat terhadap hartaku?" Jabir berkata, "Beliau tidak menjawabku dengan suatu apapaun hingga ayat tentang waris diturunkan." HR BUKHARI.

Artinya: Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim),

            Namun janganlah dianggap bahwa orang-orang yang melakuakan amalan yang tidak ada dalil atau nas yang dinyatakan secara langsung dari Al-qur’an atau hadis termasuk orang-yang sesat, contohnya orang-orang yang melakukan amalan berdasarkan Ijma’, Qiyas dan pendapat mujtahid. Karena Ijma’, Qiyas dan pendapat mujtahid itu semua tentu berdasar Al-qur’an dan Hadis. Dengan mengikuti merka berarti mengikuti ulama. sementara ulama adalah pewaris para Nabi Dengan demikian maka mengikuti ulama berarti juga mengikuti Nabi. seperti diterangkan dalam hadis nabi yang artinya :

Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi dan para nabi
(HR ABU DAUD)
6.    Harus tetap Bersabar
Yang tidak kalah penting lagi dalam berdakwah kita harus tetap bersabar tidak boleh berputus asa dengan sedikitnya orang-orang yang mau mengikuti ajakan kita. Karena Tugas kita hanyalah menyampaikan karena hanya Allah-lah yang dapat memberi petunjuk kepada hamba-Nya yang dikehendakiNya sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah berikut ini:
Artinya: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. Surat Al-qashash(28) Ayat 56. 

Artinya: Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan Karena mencari keridhaan Allah. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan). Surat Al-baqarah(2) Ayat 272. 

Artinya: Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, Maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Surat Al-kahfi(18) Ayat 17.

Artinya: Jika mereka tetap berpaling, Maka Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang[4] Surat An nahl(16) Ayat 82
Artinya: Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya-. Surat Yusuf(12) Ayat 103. 

Artinya : Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya. Surat Yusuf(12) Ayat 105. 

Selain itu kita juga harus tetap bersabar terhadap pertentangan dari orang-orang yang tidak mau mengikuti, kita harus yakin bahwa Allah selalu bersama kita selama kita tetap bersabar sebagaimana firman Allah yang artinya: sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS: Al-baqarah ayat 153 karena dimusuhi, dicaci bahkan ada yang terbunuh oleh kaumnya, itu semua juga telah dialami oleh para Nabi dan rosul terdahulu. Seperti Nabi Ibrahim beliau harus menghadapi Raja namrud yang kejam, begitu juga nabi musa bagaimana Nabi musa harus berhadapan dengan raja fir’aun yang sombong dan kejam sehingga pada puncak kesombonganya dia mengaku sebagai tuhan, yang kemudian akhirnya ditenggelamkan kelaut merah oleh Allah swt karena kesombonganya itu, begitu-pun Nabi kita Muhammad SAW juga mengalami hal yang sama saat abu jahal dan orang-orang kafir yang ingin membunuh beliau. Itu semua sebagai I’tibar bagi kita untuk memantapkan hati dan keyakinan kita bahwa setiap orang yang berjalan dijalan Allah sejak dari zaman Nabi memang sudah pasti akan ada musuhnya, baik dari jenis Setan, Jin maupun manusia sebagimana Firman Allah berikut:
Artinya: Dan Demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)[5] Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Qur’an Surat Al-an’am(06) Ayat 112. 

Wallahu a’lam Bishawab




[1] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

[2] Hanif Maksudnya: seorang yang selalu berpegang kepada kebenaran dan tak pernah meninggalkannya.

[3] maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.

[4] Maksudnya: nabi Muhammad s.a.w. tidak dapat memberi taufiq dan hidayah kepada seseorang sehingga dia beriman.
[5]   maksudnya syaitan-syaitan jenis jin dan manusia berupaya menipu manusia agar tidak beriman kepada nabi.

Minggu, 24 Juli 2016

KIAMAT PASTI DATANG TAPI KAPAN….?

KIAMAT PASTI DATANG TAPI KAPAN….?
Kiamat adalah suatu kejadian yang pasti akan terjadi dan tidak ada keraguan tentangnya. Jika kiamat datang tidak akan ada satu-pun diantara makhluk yang ada di bumi ini yang dapat lari dari-nya, tiada yang dapat meminta supaya diundur daripadanya dan tidak ada (pula) yang dapat meminta supaya diajukan sesaatpun.
Dan pada hari itu tiap-tiap diri akan dibalas dengan apa yang ia usahakan. Namun kapan terjdinya? Itu adalah rahasia Allah sebagaimana sebagaimana firmanya didalam Al-qur’an surat Thaahaa ayat 15 : yang artinya:
“Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan”.
Tetapi anehnya para pendusta telah menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dengan menyebarkan berita di media sosial dan bahkan di televisi mengenai datangnya hari kimat pada tahun 2012 kemarin. Setelah berita tersebut tidak terbukti kini berhembus kembali berita menyesatkan dengan menyebarkan berita di media sosial dan media online lainya bahwa kiamat akan datang pada tanggal 29 Juli 2016 nanti[1]. Mereka benar-benar telah melakukan kedustaan besar, karena telah mendustakan firmaan Allah dengan menyebarkan berita bohong tentang kejadian yang mereka tidak memiliki pengetahuan tentang itu sedikit-pun. Dan parahnya lagi masih ada beberapa orang muslim yang kurang pengetahuan-nya tentang agama yang masih percaya dengan kebohongan tersebut.
Bagi umat muslim wajib baginya untuk tidak mempercayai berita tersebut karena kita hanya diwajibkan untuk mempercayai akan adanya hari kiamat yang pasti adanya namun tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kecuali Allah SWT. Karena itu semua adalah rahasia Allah.
Bagi umat muslim yang percaya dengan berita tersebut sama artinya dengan ragu ata tidak percaya terhadap firman Allah yang telah disebutkan didalam Al-qur’an, sebab didalam Al-Qur’an sudah banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan tentang hari kiamat, ayat-ayat tersebut diantara :
Surat Luqman ayat 34
Artinya: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Surat Al-mulk ayat 26
Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."

Surat Al A'raaf ayat 187
            Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."”

            Surat Saba’ ayat 30
            Artinya: “Katakanlah: "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur daripadanya barang sesaatpun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan ."”

Surat Al-an’am ayat 31
Artinya: “Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu”



Surat Al-mu’min ayat 59
Artinya: “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman”

Surat An-nahl ayat 77
Artinya: “Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Dan sebenarnya masih banyak lagi ayat-ayat yang lain yang disebutkan didalam Al-qur’an yang menerangkan tentang hari kiamat, namun dari beberapa ayat diatas apakah belum cukup untuk menerangkan bahwa kiamat itu merupakan rahasia Allah dan datangnya pun dengan tiba-tiba[2] sehingga tak ada satu mahluk-pun dimuka bumi ini yang dapat meramalkanya.
Selain dari Al-qur’an didalam hadis Nabi juga diterangkan bahwa Nabi Muhammad sendiri-pun ketika ditanya tentang hari kiamat bilau tidak berani menjawabnya karena hari kiamat itu adalah urusan Allah.
Sebagaimana di terangkan dalam hadis dari Abu Hurairah berikut[3]:
Dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang kemudian bertanya: "Apakah iman itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah Islam itu?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Islam adalah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadlan". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah ihsan itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu". (Jibril 'Alaihis salam) berkata lagi: "Kapan terjadinya hari kiamat?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan tanda-tandanya; (yaitu); jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari kiamat" (QS. Luqman: 34)[4]. Setelah itu Jibril 'Alaihis salam pergi, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "hadapkan dia ke sini." Tetapi para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; "Dia adalah Malaikat Jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka." Abu Abdullah berkata: "Semua hal yang diterangkan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam dijadikan sebagai iman. (SHAHIH BUKHARI)
            Setelah mengetahui keterangan dari ayat-ayat dan hadis tersebut diatas masih percayakah kita dengan berita menyesatkan tersebut? Sebagai seorang yang beriman tidak boleh sedikitpun kita mempercayai berita itu! karena jika mempercayainya maka kita akan termasuk orang kafir dan celaka sebagaimana firman Allah dalam dalam Al-qur’an berikut:
Surat Al 'Ankabuut Ayat 47
Artinya: “Dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat kami selain orang-orang kafir”.
            Surat Fushshilat ayat 41 
“Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia”.
Wallahu A’lam bishawab



       [1] http://global.liputan6.com/read/2556325/pergeseran-kutub-bumi-akan-picu-kiamat-29-juli-2016
       [2] Surat Al-an’am ayat 31
       [3] Shahih bukhari Bab: Pertanyaan malaikat Jibril kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang iman, Islam, Ihsan dan pengetahuan akan hari qiyamat.hadis no.48
       [4] Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 
[-] Save