Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"QS Ibrohim ayat 7.

Minggu, 01 April 2018

KISAH INSPIRATIF ORANG YANG TIDAK PERNAH GAGAL


ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB
Dalam menjalani kehidupan ini semua orang pasti selalu mengininkan keberhasilan, tidak ada seorang-pun yang menghendaki kegagalan. Namun pada kenyataanya tidak semua orang bisa berhasil, ada juga yang gagal bahkan sampai putus asa akibat dari kegagalanya tersebut. Itu semua dikarenakan mereka tidak mengetahui secara benar makna dan hakikat dari keberhasilan maupun kegagalan.
Oleh karena itu jika kita ingin selalu berhasil kita harus mengatahui faktor dan prinsip yang mempengaruhi atas keberhasilan atau kegagalan.
Untuk mengetahuinya mari simak kisah berikut :
Ada dua orang petani yang bernama Pak KARNO dan pak KARMIN (bukan nama sebenarnya), kedua-duanya ini masih awam dalam hal bertani sebab mereka berdua adalah petani pemula, meski sama-sama pemula tetapi keduanya memiliki sifat dan cara pandang yang berbeda yakni pak KARNO memiliki sifat sabar dan selalu berfikir optimis sedangkan pak KARMIN memiliki sifat pesimis dan mudah putus asa. Suatu ketika kedua petani ini sama-sama menanam padi diladang/sawah yang lokasi dan keadaan tanahnya sama. Karena pemula sehingga pengetahuanya dalam hal bertani masih minim. Akhirnya keduanya berdiskusi untuk memilih pupuk yang dianggap cocok untuk tanaman padi yang ditanamnya. Dari hasil diskusinya tersebut keduanya memutuskan menggunakan pupuk jenis “ABC”( jenis ilustrasi Bukan jenis pupuk sebenarnya), Tetapi pupuk jenis “ABC” tersebut sebenarnya tidak cocok untuk keadaan tanah mereka, karena pupuk yang digunakan tidak cocok akhirnya tanaman padi yang ditanam oleh kedua petani tersebut  tidak dapat mengahsilkan hasil panen yang bagus namun justru tanamanya menjadi rusak. Sebagai orang yang pesimis dan mudah putus asa ketika mengalami hal seperti itu pak KARMIN langsung menganggap bahwa usahanya tersebut telah “GAGAL” dan akhirnya tidak mau lagi untuk mencoba kembali. Berbeda dengan pak KARNO karena dia adalah orang yang sabar dan selalu optimis maka pak karno menganggap usahanya tersebut sebagai sebuah keberhasilan. Karena pak KARNO beranggaapan meskipun dia tidak dapat memperoleh hasil panen yang bagus, tetapi dia telah berhasil mengetahui bahwa pupuk jenis “ABC” tidak cocok untuk kadaan tanah dan tanaman padi yang ada diladangnya, hingga akhirnya pada kesempatan yang lain pak “KARNO” mencoba menanam padi lagi dengan pupuk jenis lain dan ternyata pupuk yang digunakan itu adalah pupuk yang tepat dan akhirnya menghasilkan hasil panen yang melimpah.
Kisah diatas menunjukkan bahwa cara pandang yang berbeda bisa menghasilkan penilaian yang berbeda terhadap suatu hal. Orang yang pesimis akan mudah menyerah dan mudah memandang buruk atas suatu hal, berbeda dengan orang yang selalu optimis dan sabar dia akan selalu memandang segala sesuatu dengan fikiran positif dia memandang ktidak berhasilanya dalam mencapai tujuan bukan sebagaisebagai “KEGAGALAN”. Namun dia akan memandangnya sebuah keberhasilan dalam bentuk yang lain.
Oleh karena itu janganlah mudah su’udzan kepada Allah karena kita tidak pernah mengetahu apa rencana Allah untuk kita. Dan janganlah mudah putus asa karena putus asa itu adalah akhlak tercela.
Allah berfirman :
artinya : Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat." (Qur’an Surat Al-hijr ayat  56)
Dan bahkan orang yang berputus asa itu masuk kedalam kategori orang kafir, karena putus asa itu adalah sifatnya orang kafir.
Allah berfirman :
Artinya : Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."
Wallahu a’lam
Semoga Allah senantiasa  melimpahkan rahmat dan taufiknya sehingga kita menjadi orang yang selalu sabar, tawakal dan optmis dalam segala hal. AMIN YAA RABBAL ‘ALAMIN
WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB
SUJIMAN, S.Pd.I., M.A
Artikel lainya dapat dibaca di laman http://sujimanae.blogspot.com  dan facebook : Jimmy gaeck

Selasa, 27 Maret 2018

PERILAKU BAIK MENJADI LADANG PAHALA



Assalamu ‘alaikum Wr Wb.

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
Artinya : Dari Abu Darda', dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tiada suatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari Kiamat kelak daripada akhlak yang mulia" Shahih: At-Tirmidzi (2087)
Agama islam begitu memperhatikan tentang akhlak, sejarah telah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menyampaikan syari’at Islam ini memulai dakwahnya melalui keteladanan dan akhlak yang baik, terbukti beliau sudah mendapat gelar AL-AMIN sebelum beliau diangkat menjadi Rosul dikarenakan beliau terkenal dengan kejujurannya.
Umat Islam diperintahkan untuk memiliki akhlak yang baik tidak hanya terhadap sesama manusia saja namun terhadap semua makhluk Allah baik terhadap binatang bahkan terhadap jin sekalipun diperintahkan untuk berlaku baik. Simak beberapa Hadis berikut :

1.      Perintah berbuat baik terhadap sesama manusia
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berlaku baik terhadap tetangganya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menghormati tamunya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbicara yang baik atau diam" { HR. Muslim}
Dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris."

2.      Perintah berbuat baik terhadap binatang

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepadaku Malik dari Sumayya bekas budak Abu Bakr, dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada suatu ketika ada seorang laki-laki sedang berjalan melalui suatu jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia menemukan sebuah sumur, maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar dari sumur, dia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan. Orang itu berkata dalam hatinya; 'Alangkah hausnya anjing itu, seperti yang baru ku alami.' Lalu dia turun kembali ke sumur, kemudian dia menciduk air dengan sepatunya, dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepada orang itu (diterima-Nya amalnya) dan diampuni-Nya dosanya.' Para sahabat bertanya; 'Ya, Rasulullah! Dapat pahalakah kami bila menyayangi hewan-hewan ini? ' Jawab beliau: 'Ya, setiap menyayangi makhluk hidup adalah berpahala."

عن هِشَام بْن زَيْدِ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ جَدِّي أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ دَارَ الْحَكَمِ بْنِ أَيُّوبَ فَإِذَا قَوْمٌ قَدْ نَصَبُوا دَجَاجَةً يَرْمُونَهَا قَالَ فَقَالَ أَنَسٌ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُصْبَرَ الْبَهَائِمُ
Artinya : Dari Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik, dia berkata, "Pada suatu hari saya dan kakek saya, Anas bin Malik, pernah bertandang ke rumah Al Hakam bin Ayyub. Di sana saya melihat orang-orang sedang memancang seekor ayam jantan untuk dijadikan sasaran panah. Kemudian kakek saya, Anas bin Malik, mengingatkan mereka dengan ucapan, 'Sesungguhnya Rasuiullah SAW melarang kaum muslimin untuk memancang hewan ternak' { HR. Muslim }
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ ثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Artinya : Dari Syaddad bin Aus RA, dia berkata, "Ada dua hal yang saya hafal dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau telah bersabda, 'Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan pada segala sesuatu. Oleh karena itu, apabila kamu membunuh (dalam peperangan), maka lakukanlah pembunuhan dalam perang itu dengan sebaik-baiknya. Apabila kamu menyembelih, maka lakukanlah penyembelihan itu dengan sebaik-baiknya, dan hendaklah salah seorang darimu menajamkan pisau yang akan dipergunakan untuk menyembelih serta memperlakukan sembelihannya dengan sebaik-baiknya.''" {HR. Muslim }

3.      Perintah berbuat baik terhadap jin

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي جَدِّي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَحْمِلُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِدَاوَةً لِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَبَيْنَمَا هُوَ يَتْبَعُهُ بِهَا فَقَالَ مَنْ هَذَا فَقَالَ أَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ فَقَالَ ابْغِنِي أَحْجَارًا أَسْتَنْفِضْ بِهَا وَلَا تَأْتِنِي بِعَظْمٍ وَلَا بِرَوْثَةٍ فَأَتَيْتُهُ بِأَحْجَارٍ أَحْمِلُهَا فِي طَرَفِ ثَوْبِي حَتَّى وَضَعْتُهَا إِلَى جَنْبِهِ ثُمَّ انْصَرَفْتُ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مَشَيْتُ فَقُلْتُ مَا بَالُ الْعَظْمِ وَالرَّوْثَةِ قَالَ هُمَا مِنْ طَعَامِ الْجِنِّ وَإِنَّهُ أَتَانِي وَفْدُ جِنِّ نَصِيبِينَ وَنِعْمَ الْجِنُّ فَسَأَلُونِي الزَّادَ فَدَعَوْتُ اللَّهَ لَهُمْ أَنْ لَا يَمُرُّوا بِعَظْمٍ وَلَا بِرَوْثَةٍ إِلَّا وَجَدُوا عَلَيْهَا طَعَامًا
Artinya : Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya bin Sa'id berkata, telah mengabarkan kepadaku kakekku dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa dia pernah membawakan sebuah kantung air terbuat dari kulit untuk wudlu' dan hajat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan dia mengikuti beliau dengan membawa kantung air tersebut, beliau bertanya: "Siapakah ini?". Ia menjawab; "Saya Abu Hurairah". Maka beliau berkata: "Carikanlah aku beberapa batu untuk aku gunakan sebagai alat bersuci dan jangan bawakan aku tulang dan kotoran hewan". Kemudian aku datang dengan membawa beberapa batu dengan menggunakan ujung bajuku dan meletakkannya di samping beliau. Kemudian aku pergi. Ketika beliau telah selesai, aku berjalan bersama beliau bertanya; "kenapa dengan tulang dan kotoran hewan?". Beliau menjawab: "Keduanya termasuk makanan jin. Dan sesungguhnya pernah datang kepadaku utusan jin dari Nashibin, dia adalah sebaik-baik jin, lalu mereka meminta kepadaku tentang bekal. Maka aku memohon kepada Allah untuk mereka agar mereka tidak melewati tulang dan kotoran hewan melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan". (HR. Bukhari)
Selain hadis diatas masih banyak hadis lainya yang berisi perintah untuk berbuat baik terhadap sesama makhluk Allah. Maka sangat tidak tepat jika Islam dikatakan sebagai agama yang intoleran atau radikal. Sebab jangankan terhadap sesama manusia, bintang bahkan terhadap Jin sekalipun Islam telah memerintahkan umatnya untuk berperilaku baik, lebih-lebih terhadap manusia tentu Islam sangat menganjurkan umatnya untuk selalu berperilaku baik karena dengan perilaku baik tersebut pelakunya akan memperoleh banyak pahala sebagaimana dijelaskan dalam hadis utama diatas.
Dari hadis utama diatas dapat kita fahami bahwa amal dari perilaku yang baik itu lebih utama dibandingkan dengan dengan ibadah yang lain bahkan dengan ibadah shalat sekalipun meskipun amal yang pertama ditanyakan kelak diakhirat adalah amal shalat.  Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut  yang artinya : Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya yang pertama kali dihisab dari seorang hamba yang Muslim pada hari kiamat adalah shalat wajib. Jika dia menyempurnakannya dan jika tidak, maka akan dikatakan, 'Lihatlah apakah dia memiliki shalat sunah?' Jika dia memiliki shalat sunah, maka sempurnakanlah yang wajib dari yang sunahnya. Kemudian juga akan dilakukan hisab pada seluruh amalah yang wajib seperti itu"
Karena pada dasarnya tujuan daripada semua ibadah adalah supaya dapat melahirkan perilaku yang baik seperti diantaranya:

1.    Sholat
Tujuan disyari’atkanya sholat adalah supaya pelakunya dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan munkar sebagaimana firman Allah Yang artinya : Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. (Qur’an Surat Al-ankabut ayat 45 ).

2.    Zakat dan sedekah
Adalah agar tercipta perilaku saling tolong menolong diantara sesame manusia Nabi SAW bersabda:
Artinya : حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ زَكَرِيَّاءَ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَيْفِيٍّ عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ ادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim Adh-Dlohhak bin Makhlad dari Zakariya' bin Ishaq dari Yahya bin 'Abdullah bin Shayfiy dari Abu Ma'bad dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa ketika Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengutus Mu'adz radliallahu 'anhu ke negeri Yaman, Beliau berkata,: "Ajaklah mereka kepada syahadah (persaksian) tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka telah mentaatinya, maka beritahukanlah bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam. Dan jika mereka telah mena'atinya, maka beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shadaqah (zakat) dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang faqir mereka".(HR. Bukhari)

3.    Puasa
Tujuan diperintahkanya puasa adalah agar manusia menjadi orang yang bertaqwa Allah berfirman yang artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, Qs: Al-baqarah ayat 183)

4.    Haji
Semua orang yang melaksanakan ibadah haji tentu menginginkan agar hajinya mambrur sementara indikator kemabruran ibadah haji adalah memiliki perilaku baik Nabi bersabda:  
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ: «الْعُمْرَةُ إلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إلَّا الْجَنَّةَ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Satu umrah ke umrah yang lainnya menjadi penebus -dosa- antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga."
Ada yang berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kebajikan ibadah haji itu?" Beliau menjawab, "Yaitu memberikan makanan dan menyebarkan salam.  (Subulus salam syarah bulughul maram : 654)
Dengan demikian logika sederhana dari hadis utama diatas adalah karena dalam menjalani kehidupan sehari-hari manusia selalu berinteraksi dengan sesama manusia mulai dari keluarga, tetangga, sahabat rekan kerja, dan lain sebagainya maka ketika mereka berinteraksi dengan akhlak yang baik selama itu pula mereka terus memperoleh pahala dari Allah SWT dikarenakan semua perbuatan baik itu menjadi sedekah baginya dan sedekah itu akan mendatangkan pahala.
Nabi SAW bersabda yang artinya : Dari Abu Dzar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setiap ruas persendian manusia menjadi harus disedekahi, ucapan salam bagi yang dijumpainya adalah sedekah, ajakannya kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari yang munkar adalah sedekah, menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah, dan bersetubuh dengan istrinya juga bernilai sedekah," Para sahabat lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah seseorang yang melampiaskan syahwat juga bernilai sedekah?" Beliau menjawab, "Lalu apa pendapatmu jika ia melakukannya bukan pada tempatnya, tidakkah ia berdosa?" Beliau kembali bersabda, "Selain itu, dua rakaat shalat Dhuha dapat mencukupi itu semua." (HR. Abu daud)
Dalam hadis lain Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wajib bagi setiap muslim untuk bersedekah." Para sahabat bertanya; "Bagaimana jika ia tidak mendapatkannya? ' Beliau bersabda:: 'Berusaha dengan tangannya, sehingga ia bisa memberi manfaat untuk dirinya dan bersedekah.' Mereka bertanya; 'Bagaimana jika ia tidak bisa melakukannya? ' Beliau bersabda: 'Menolong orang yang sangat memerlukan bantuan.' Mereka bertanya; 'Bagaimana jika ia tidak bisa melakukannya? ' Beliau bersabda: 'Menyuruh untuk melakukan kebaikan atau bersabda; menyuruh melakukan yang ma'ruf' dia berkata; 'Bagaimana jika ia tidak dapat melakukannya? ' Beliau bersabda: 'Menahan diri dari kejahatan, karena itu adalah sedekah baginya.'
Berbeda dengan ibadah-ibadah wajib diatas seperti sholat, zakat, puasa maupun haji kita hanya akan memperoleh pahala ketika kita melakukan ibadah-ibadah tersebut saja, dan akan berhenti disaat kita tidak melaksanakanya, karena ibadah sholat ada ketentuan waktunya, puasa juga hanya pada siang hari saja, zakat juga pada saat harta sudah mencapai haul dan nisabnya, begitu juga dengan ibadah haji juga ditentukan waktunya. Apalagi ketika Sholatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, puasanya tidak dapat meningkatkan ketakwaanya, dan hajinya tidak dapat melahirkan perilaku baik pada dirinya. Demikianlah Islam mengajarkan kebaikan bagi umatnya. Dan semoga kita semua senantiasa mendapat taufik serta hiyah dari Allah SWT untuk selalu berakhlak dengan akhlak yang mulia Amin ya rabbal ‘alamin
Wallahu A’lam bishawab
Wassalamu ‘alaikum Wr Wb.

SUJIMAN, S.Pd.I., M.A
Artikel yang serupa dapat anda baca di laman http://sujimanae.blogspot.com dan facebook Jimmy gaeck

Selasa, 28 November 2017

Pelajaran yang terdapat dalam surat Al-baqarah ayat 201

Timbang nganggur ngaji dulu yuuk....
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QUR’AN SURAT AL-BAQARAH AYAT 201)


Dalam ayat ini ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil diantaranya:1.       Ayat ini melukiskan perbedaan antara orang-orang  musyrik dengan orang yang  beriman karena yang dimaksud “mereka”   dalam ayat ini menurut sebagian mufasir didiartikan dengan dua golongan manusia yakni orang musyrik dan orang-orang yang beriman. Yakni Orang-orang  musyrik mereka hanya mengharapkan kebaikan dunia saja, sedangkan orang yang beriman mereka mengharapkan tidak hanya didunia saja namun juga kebaikan diakhirat.


2.       Ayat ini mengajarkan kepada kita supaya mencari dua macam kebaikan yakni tidak hanya mencari kebaikan didunia saja seperti memperoleh berbagai kenikmatan didunia anik mulai dari harta yang banyak, rumah bagus, sawah lading yang luas, badan yang sehat, jabatan dan kedudukan yang tinggi, istri yang cantik, kendaraan yang mewah, dll, namun juga agar mencari  kebaikan diakhirat. Sebab apalah artinya kebaikan didunia berupa harta, jabatan dll kalau tidak bisa membawa kita menuju kebaikan di akhirat karena kehidupan dunia itu bersifat fana sedangkan kehidupan akhirat itu kekal selamanya.


3.       Ayat ini mengajarkan kita dalam berdo’a  tidak perlu meminta banyak seperti yang telah disebutkan diatas namun dengan meminta kebaikan didunia saja itu sudah meliputi semua kebaikan duniawi mulai dari ilmu yang manfaat, anak yang sholeh, dan semua yang telah disebutkan diatas.


4.       Ayat ini juga mengandung pelajaran bahwa apalah gunanya kita meminta bebrbagai macam kenikmatan didunia jika hal itu tidak mampu memberikan kebaikan bagi kehidupan kita diakhirat oleh karena itu kita diajarkan supaya meminta kepada Allah kebaikan yang kita peroleh dari Allah didunia ini agar dapat membawa kebaikan bagi kita diakhirat kelak.


5.       Dengan cukup hanya meminta kebaikan didunia saja beaarti kita ini telah ridho terhadap semua takdir Allah sebab orang yang d’anya meminta kebaikan didunia maka jika ternya apa yang dicita-citakanya itu gagal maka mereka akan ikhlas karena mereka yakin bahwa itu sudah menjadi kehendak Allah dan semua yang dikehendaki Allah adalah yang terbaik bagi hambanya.


6.       Ayat ini mengajarkan kita agar takut akan siksa neraka sehingga kita tidak menjadi orang yang hubbud-dunya namun menjadi orang yang zuhud dunya.
Wallahu A’lam.

Senin, 27 Februari 2017

HIKMAH BESAR DIBALIK HAID(MENSTRUASI)-NYA SEORANG WANITA

HIKMAH  BESAR DIBALIK HAID (MENSTRUASI)-NYA SEORANG WANITA
Allah menjadikan Haid pada wanita tentu bukan tanpa alasan karena semua yang diciptakan Allah itu pasti ada alasan dan hikmah yang besar bagi kita semua.
Lalu apa hikmah haid bagi wanita…?
Dari segi medis/Ilmu kesehatan Haid (Menstruasi)adalah proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dindng rahim  bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi yang pasti akan terjadi pada wanita yang normal, yang akan datang setiap sebulan sekali yang bisa membantu membersihkan tubuh dan darah pada wanita dari berbagai mikro organisme, terutama bakteri selain itu haid/menstruasi dapat membantu waanita dalam melepaskan bakteri dari system reproduksi dan memungkinkan tubuh untuk menghilangkan kelebihan zat besi, sehingga dapat menurunkan resiko Alzheimer, penyakit jantung dan stroke. Sehingga tubuh menjadi tetap sehat.
Adapun dari sudut pandang Syar’I Haidh secara etimologis (bahasa) berarti mengalir. Dikatakan “Haadha al-waadi”  Jika airnya mengalir. Kata ini adalah masdar (infinitive) Seorang wanita dikatakan haidh jika darah (haid)-nya mengalir.
Sedangkan haid secara terminologis (syar’i) adalah suatu keadaan tidak suci dari seorang wanita karena keluarnya darah secara alami dari dalam rahim seorang wanita yang menyebabkan dia berada dalam keadaan junub atau berhadas besar, sehingga bagi wanita ada beberapa hal yang dilarang untuk dilakukanya ketika ia sedang haid diantaranya: Sholat, Puasa, menyentuh/membawa mushaf, membaca Al-qur’an, I’tikaf, thowaf, bersetubuh/bersenang-senang diantara pusar dan lutut, talak, melewati masjid jika dikhawatirkan akan mengotori masjid. Alasan pelarangan atas hal-hal yang disebutkan diatas adalah karena orang yang sedang haid adalah dalam keadaan kotor sebagaimana disebutkan dalam surat Al-baqoroh ayat 222 yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.
Dan dalam ilmu fiqih haid juga merupakan tanda bagi wanita bahwa dirinya sudah masuk pada usia baligh sehingga sudah dikenai kewajiban untuk melaksanakan syari’at agama Islam.
Meskipun demikian haid juga memiliki hikmah yang besar. Karena Allah Ta’ala menciptakan darah dan menetapkanya bagi kaum perempuan sebagai makanan bagi janin. Allah menciptakan anak dari air mani laki-laki dan perempuan. Kemudian Dia memberikan makanan padanya ketika masih di rahim dengan darah melalui tali pusar. Oleh karena itu, wanita yang sedang hamil rata-rata tidak mengalami haidh. Jika seorang wanita yang hamil melahirkan, maka sisa-sisa makanan anak akan keluar dalam bentuk darah nifas. Kemudian dengan hikmah-nya, Allah Ta’ala mengubah dari sebagian darah ibu menjadi susu yang dikonsumsi anak melalui penyusuan. Karena itu pula-lah, mayoritas wanita yang menyusui tidak akan mengalami haid. Setelah selesai hamil dan menyusui, darah itu akan kembali lagi ditempatnya, kemudian akan keluar setiap bulanya sekitar enam atau tujuh hari  terkadang ada yang lebih dari itu atau kurang, sesuai dengan ketetapan yang diberikan oleh Allah Ta’ala dalam kebiasaan hidup wanita.
Selain hikmah diatas haid juga masih memiliki hikmah besar lainya diantaranya seperti yang diterangkan didalam kitab Ahlaqun-nisaa’. Dalam kitab Ahlaqun-nisaa’ diterangkan bahwa wanita yang sedang haid itu akan menjadi kafarat(tebusan) atas semua dos-dosanya yang telah lalu ketika dia mau membaca Alhamdulillah dalam setiap langkahnya/perbuatanya, dan mau membaca Astghfirullah setiap melakukan dosa maka Allah akan mencatat dia bebas dari siksa neraka, dan bisa melewati jembatan yang berada diatas neraka jahannam (Jembatan Shirothol mustaqim) dan selamat dari siksa, dan setiap harinya di angkat derajadnya oleh Allah Ta’ala seperti derajadnya empat puluh orang yang mati syahid,  yang demikian itu bagi wanita yang sedang haid selalu ingat dan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Demikian itulah kelebihan yang diberikan oleh Allah ta’ala bagi para wanita. Oleh karena itu ketika wanita sedang haid bukan berarti tidak bisa melakukan amal ibadah apa-apa  sehingga menjadi bermalas-malasan karena jika kita mau memperhatikan dengan sungguh-sungguh, ternyata haid memiliki hikmah yang cukup besar yang dapat mendatangkan pahala besar bagi wanita.
Wallahu A’lam
Semoga bermanfaat…!
By: SUJIMAN, S.Pd.I
Referensi :
1. Al-qur’an Alkarim
2. Kitab Sholatul mu’min ( Ensiklopedi Sholat)
3. Kitab Safinatun-najah
4. Kitab Akhlaqun-nisaa’
5. Http://sehatnesia.com

Minggu, 19 Februari 2017

Memaknai kemenangan dan kekalahan Islam dalam Pilkada DKI

APAKAH ISLAM KALAH….?
Sejak dimulai pendaftaran Calon Gubernur DKI kemarin sudah ramai menjadi pembicaraan masyaraka tkhususnya masyarakat dari kalangan umat Muslim, berita ini ramai dibicarakan baik dimedia social/sosmed mulai dari facebook, WA dll, maupun diberbagai media baik media elektronik maupun media cetak,karena pada pencalonan Gubernur DKI kali ini kebetulan ada salah satu pasangan calon yang berasal dari kalangan umat Non muslim. Sehingga sebagian masyarakat yang beragama Muslim beranggapan umat muslim tidak boleh memilih calon pemimpin dari orang non muslim,alasan mereka berdasarkan pada Firman Allah didalam Al-qur’an Surat Al-ma’idah ayat 51.
Berita tersebut menjadi tambah ramai lagi ketika ada isu dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Cahaya Purnama (AHOK), bahkan tidak hanya itu saja akibat dari adanya isu dugaan penistaan agama itu menyebabkan banyak masyarakat muslim yang marah yang akhirnya melakukan aksi bela islam dengan turun kejalan menuntut agar terduga dutuntut hukuman atas perbuatanya itu. Tidakhanya samapai disitu saja ,pada hari pelaksanaan pemilihan atau hari H, juga masih banyak postingan baik difacebook maupun WA yang meneriakkan ajakan untuk mendukung kemenangan umat muslim dan ajakan untuk mendo’akan kemenangan uma tmuslim.
Namun ironisnya ketika selesai dilakukan pencoblosan dan dari hasil penghitungan cepat yang bersifat sementara/Quick Qount ternyata justru Calon yang berasal darikalangan non muslimlah yang memperoleh suara terbanyak, dan disaat itu pula banyak masyaraka tdari umat muslim yang menunjukan sikap pesimis dengan beranggaapan bahwa kemenangan Ahok yang notabene dar igolongan non muslim sebagai kekalahan dar iumat Islam yang merupakan umat terbesar dinegeri ini. Yang menjadi pertanyaan sudah se-pesimis itukah mat muslim dinegeri ini terhadap Agama islam yang merupakan agama terbesar dinegeri ini?. Hal inisungguh disayangkan jika ini yang benar-benar terjadi pada masyarakat muslim dinegeri ini. Karena sesungguhnya Islam tidak pernah mengajarkan sikap pesimis kepada umatnya, justru sikap pisimis itu dilarang didalam islam, sebagaimana diterangkan dalam A-qur’an SuratAz-zumar ayat 53  yang artinya: Katakanlah: "Haihamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlahkamuberputusasadarirahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.bahkan Allah mencela sikap pesimis termasuk sikap orang-orang yang sesat sebagaimana diterangkan dalam Al-qur’ansurat Al-Hijrayat :56 yang artinya: Ibrahim berkata:"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat."Dan dalam ayat yang lain Allah juga mencela orang-orang yang berputus asa termasuk orang yang kafir sebagaimana dijelaskan dalam surat yusuf ayat 7 yang artinya: “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."
Namun sebaliknya Islam justru memerintahkan umatnya untuk selalu optimis sebagaimana diterangkan dalam Al-qur’an Surat Ar-ra’dayat 11 yang artinya: “Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Juga diterangkan dalam hadis Nabi berikut yang artinya: “"Sesungguhnya Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkannya satu bagian untuk seluruh makhluk-Nya, sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat (kasih sayang) yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga, dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka.".
Dengan demikian pantaskah kita memperhatikan kekafiran orang lain namun yang kita lakukan sendiri tanpa kita sadari karena sikap pesimis kita tenyata justru menjadikan termasuk dari perbuatan orang-orang yang sesat dan orang-orang kafir sebagaiman dijelaskan dalam ayat diatas. Oleh karena itu buanglah sikap pesimis dari diri kita agar kita tidak termasuk orang-orang yang sesat.Karena kekalahan Umat muslim bukanlah ditentukan dengan kalahnya calon Gubernur dalam pilkada DKI. Kekalahan calon Gubernur DKI dari kalangan umat Muslim bukanlah ukuran kekalahan umat muslim dinegeri ini, umat muslim dinegeri ini banyak tersebar diseluruh nusantara tidak hanya di DKI saja,jadi kekalahan umat muslim dijakarta bukan bearti kekalahan umat muslim dinegeri ini. Karena pada hakikatnya keklahan umat Islam yang sebenarnya adalah ketika Nilai-nilaiajaran agama islam sudah tidak lagi memegang peranan dalam kehidupan masyarakat dinegeri ini bahkan sudah dilupakan oleh masyarakat dinegeri ini, inilah hakikat kekalahan Islam yang sebenarnya. Namun sebaliknya ketika Nilai-nilai ajaran Islam masih memegang peranan dalam mengatur kehidupan masyarakat ,bangsa dan Negara ini bearti Islam masih menang dan Islam tidak kalah. Jadi apalah artinya kemenagan Islam jika kejahatan, kemaksiatan dan kedholiman merajalela.
Oleh karen aitu marilah kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam kerangka kesatuan NKRI, karena bangsa ini tidak hanya terdiri dari umat muslim saja namun terdiri dari berbagai macam suku dan agama yang harus saling menghormati, karena Islam juga mengajarkan untuk tetap saling menghormati sekalipun terhadap agama lain selama mereka mau berdamai dan tidak memusuhi agama Islam sejarah telah membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW membuat Piagam Madinah itu tidak lain adalah untuk menjaga kerukunan antar umat beragama dan Al-qur’an-pun juga mengajarkan seperti itu seperti yang tertera dalam surat Al-kafirun yang artinya: “Untukmuagamamu, danuntukkulah, agamaku” ini berarti kita tidak boleh menganggu satu sama lain, dengan demikianNKRI HARGA MATI”
Wallahua’lam
By: SUJIMAN

Minggu, 01 Januari 2017

APLIKASI RAPORT LENGKAP

Dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 Ayat 1 disebutkan bahwa : Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Oleh sebab itu seorang guru harus memiliki beberapa Kompetensi  salah satunya adalah kompetensi pedagogik. Dalam Kompetensi pedagogik memuat beberapa hal termasuk diantaranya adalah kemampuan evaluasi hasil belajar dalam mengevaluasi hasil belajar. 
Adapun dalam melakukan Evaluasi terhadap hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan tehnik penilaian mulai dari penilaian hasil Ulangan harian, Observasi, tugas, proyek, dan lain sebagainya. Sebagai bukti bahwa guru telah melaksanakan itu semua maka harus di wujudkan dalam bentuk laporan hasil belajar mulai dari laporan nilai ulangan harian, tugas baik terstruktur ataupun tidak terstruktur, laporan nilai UTS, UAS dan RAPORT. 
Dalam pembuatan Laporan Nilai pun juga bisa dengan beberapa cara, baik dengan cara konvensional maupun dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini yakni dengan menggunakan Aplikasi penilaian baik dengan membuat sendiri atau menggunakan Aplikasi yang banyak disediakan diberbagai Blog di internet agar pekerjaan menjadi lebih cepat dan hemat tenaga, salah satunya seperti Aplikasi Raport yang saya posting ini.
Namun kedua-duanya juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti berikut :
1. Cara Konvensional
A. Kelebihanya:
1. Sederhana karena tanpa harus membutuhkan Peralatan apapun hanya butuh kertas dan bolpoint atau mungkin hanya kalkulator untuk menghitung nilai jika dibutuhkan.
2. Murah/Gratis (tanpa biaya) karena tidak haru memiliki Perangkat komputer dan lain sebagainya untuk membuat Aplikasi atau tidak perlu pulsa internet untuk mendownload Aplikasi jika tidak mampu membuat sendiri.
3. Semua Guru pasti bisa
B. Kekuranganya :
1. Butuh waktu lama untuk mengerjakan karena harus menghitung nilai secara manual baik dengan kalkulator atau tanpa Kalkulator
2. Banyak tenaga yang dibutuhkan kerana harus memasukan identitas siswa dll dalam setiap jenis dan model laporan
3. Dalam zaman yang sudah mengalami kemajuan teknologi saat ini guru yang tidak mampu memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat akan dianggap guru yang GAPTEK (Gagap Teknologi) padahal saat ini seharusnya sudah tidaka ada lagi guru yang GAPTEK (Gagap Teknologi).
4. Masih berpotensi salah dalam menghitung Nilai terlebih jika kurang fokus saat mengerjakan.

2. Cara Modern yang sudah menggunakan Aplikasi
A. Kelebihan
1. Waktu pengerjaan lebih singkat karena tinggal mengentry data siswa dan nilai Nilai akhir sudah otomatis jadi.
2. Ringan tenaga karena bisa dilakukan dengan copy paste yang penting data Valid.
3. Tingkat kesalahan minim /lbih sedikit karena sudah menggunakan rumus yang pasti.
4. Guru tentu sudah tidak lagi dianggap sebagai Guru yang GAPTEK (Gagap Teknologi) karena sudah mengikuti kemajuan teknologi.
B. Kekuranganya :
1. Butuh Biaya lebih banyak untuk menyediakan peralatan yang memadai, mulai dari komputer, printer dll.
2. Butuh biaya internet bagi yang hanya dapat menggunakan Aplikasi hasil download dari internet karena tidak bisa membuat sendiri.
3. Tidak semua guru mampu

Nah setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing apakah sebagai guru anda ingin memilih cara yang  konvensional yang banyak membutuhkan waktu dan tenaga atau akan memilih dengan menggunakan Aplikasi yang lebih hemat waktu dan hemat tenaga. 
Jika anda memilih cara yang lebih singkat waktu dan hemat tenaga namun untuk membuatnya sendiri saya ingin berbagi dengan para teman-teman guru Aplikasi yang bisa meringankan pekerjaan dalam pembuatan Nilai yang sudah lengkap mulai dari laporan Nilai Ulangan harian sampai jadi Raport yang siap dibagikan kepada siswa. bagi yang ingin mendownload Aplikasi Raport KTSP silahkan Klik Disini 
Semoga bermanfaat.

Minggu, 27 November 2016

Aplikasi Tes kepribadian untuk meningkatkan semangat belajar siswa


Minat dan semangat belajar siswa yang rendah adalah musuh utama bagi para guru. Dikarenakan kondisi semacam ini sudah pasti akan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Semua guru pasti tidak menginginkan kondisi semacam ini terjadi dikelasnya. Tetapi bagaimana cara mengatasi masalah seperti ini menjadi kendala bagi para guru khususnya bagi para guru yang ada didaerah atau dipedesaan. Memang saat ini sudah banyak literature yang menyebutkan bahwa pembelajaran dengan model kooperatif dianggap mampu meningkatkan minat belajar siswa.  Memang benar jika metode tersebut diterapkan di kelas pada sekolah yang ada di perkotaan atau pada sekolah dengan jumlah murid yang banyak, tetapi cara itu tidak mudah untuk diterapkan dikelas pada sekolah dengan jumlah murid yang minim, misal satu kelas hanya ada kurang dari lima siswa saja sehingga metode yang digunakan tidak lain hanyalah menggunakan metode ceramah atau dengan metode seadanya. Kondi semacam ini tentu akan berpengaruh pada minat belajar siswa, minat belajar siswa akan menjadi rendah ketika siswa sudah mengalami kejenuhan akibat metode belajar yang digunakan kurang menarik bagi siswa. Bagi guru yang memiliki jumlah murid hanya sedikit ada salah satu cara yang bisa di pakai oleh guru agar siswa tidak mengalami kejenuhan disaat mengikuti pelajaran, guru harus mampu menciptakan suasana baru atau suasana relaks ditengah2 kejenuhan siswa salah satunya bisa dengan membuat aplikasi desktop/pc yang menarik, interaktif dan sedikit lucu.  Jika tidak bisa membuat sendiri bisa  di internet berbagai aplikasi yang bersifat interaktif dan lucu salah satu contohnya adalah seperti aplikasi Tes kepribadian yang saya buat ini. Dijamin dengan menggunakan aplikasi ini siswa anda akan terbebas dari rasa jenuh karena aplikasi ini agak sedikit lucu. Untuk mendapatkan aplikasi ini silahkan download disini semoga bermanfaat.

KISAH INSPIRATIF ORANG YANG TIDAK PERNAH GAGAL

ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB Dalam menjalani kehidupan ini semua orang pasti selalu mengininkan keberhasilan, tidak ada seorang-pun yang me...