Langsung ke konten utama

Anak berkebutuhan khusus

Apa itu anak berkebutuhan khusus?

Selama ini diantara kita para guru di sekolah umum masih tidak sedikit yang kurang memahami arti  sebenarnya dari anak berkebutuhan khusus. semua difahami dengan terbatas tanpa memandang arti yang jelas, dari ‘kebutuhan khusus’ tersebut, karena kata ‘khusus’ cenderung diartikan juga sebagai ‘seragam yang khusus’ tanpa memperhatikan bahwa kebutuhan khusus membawa implikasi bahwa kebutuhan seseorang dengan orang lainnya itu berbeda, dan tidak bisa diseragamkan. Dan tidak sedikit diantara kita yang masih beranggapan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang ada di sekolah Inklisif dan anak-anak  yang memiliki cacat visik ataupun mental seperti, tuna rungu, tuna netra dan tuna wicara, Sehingga ini akan memunculkan anggapan bahwa disekolah-sekolah Negeri atau sekolah umum tidak ada siswa yang berkebutuhan khusus. dengan tanpa memahami pengertian yang sebenarnya dan juga siapa saja dan bagaimana ciri-ciri daripada anak yang berkebutuhan khusus tersebut. Padahal pengetahuan tentang berbagai macam kategori dan ciri dari anak berkebutuhan khusus ini juga sangat penting bagi kita, sebab melalui pengetahuan ini kita akan dapat mengetahui apakah di sekolah kita juga memiliki siswa dalam kategori berkebutuhan khusus tersebut ? sehingga kita dapat memikirkan apa yang perlu dilakukan didalam menangani siswa yang menunjukkan ciri-ciri anak berkebutuhan yang ada disekolah kita.
Apa itu anak berkebutuhan khusus?
Adapun pengertian  Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang mengalami
keterbatasan/keluarbiasaan baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh  secara signifikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
            Siapa saja dan bagaimana ciri-ciri anak berkebutuhan khusus ?
1.      ANAK  DISABILITAS PENGLIHATAN
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak low vision:
- Mata tampak merah.
- Bola mata tampak  keruh (putih-putih ditengah),  dan kadang-kadang
seperti mata kucing (bersinar).
- Bola mata bergerak sangat cepat.
- Penglihatan hanya  mampu merespon terhadap cahaya, benda ukuran  besar  dengan warna mencolok.
- Memicingkan mata pada saat terkena sinar matahari.
- Melihat obyek, menonton televisi, membaca  buku atau melihat gambar di buku sangat dekat.
- Menonton televisi sangat dekat.
- Bila berjalan ditempat yang belum dikenal sering tersandung dan menabrak.
- Pada saat matahari tenggelam tidak bisa melihat jelas (rabun senja).
- Sering membentur-benturkan kepala  ke tembok.
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak buta total:
- Tidak mampu melihat cahaya.
- Kerusakan nyata pada kedua bola mata.
- Sering meraba-raba bila mencari sesuatu benda dan jika berjalan sering menabrak dan tersandung.
- Bagian bola mata tampak jernih tetapi tidak bisa melihat cahaya  maupun benda.
- Sering menekan bola mata dengan jari
2. ANAK  DISABILITAS PENDENGARAN
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan disabilitas pendengara
- Tidak menunjukkan reaksi terkejut terhadap bunyi-bunyian atau
tepukan tangan yang keras pada jarak satu meter.
- Tidak bisa dibuat tenang dengan suara ibunya atau pengasuh.
- Tidak bereaksi bila dipanggil namanya atau acuh tak acuh terhadap
suara sekitarnya.
- Tidak mampu menangkap maksud orang saat berbicara bila bertatap muka.
- Tidak mampu mengetahui arah bunyi.
- Kemampuan bicara tidak berkembang.
- Perbendaharaan kata tidak berkembang.
- Sering mengalami infeksi di telinga.
- Kalau bicara sukar dimengerti.
- Tidak bisa memperhatikan sesuatu untuk jangka waktu tertentu.
- Kelihatan seperti anak yang kurang menurut atau pembangkang.
- Kelihatan seperti lamban atau sukar mengerti.
3. ANAK  DISABILITAS INTELEKTUAL

Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan disabilitas intelektual :
- Ada tiga jenis anak dengan disabilitas intelektual yaitu ringan (mampu  didik), sedang (mampu latih), dan berat (mampu rawat). 
- Wajah ceper, jarak kedua mata jauh, hidung pesek, mulut terbuka,  lidah besar.
- Kepala kecil/besar/datar.
- Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usianya atau semua harus dibantu orang lain.
- Perkembangan bicara/bahasa terlambat atau tidak dapat bicara.
- Kurang atau tidak dapat menyesuaikan diri  terhadap   lingkungan.
- Sering keluar ludah (cairan) dari mulut.
4. ANAK  DISABILITAS FISIK
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan disabilitas fisik :
-    Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh.
-   Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna, tidak lentur/tidak terkendali).
-          Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa.
-          Terdapat cacat pada alat gerak.
-          Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam.
-          Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk, dan menunjukkan sikap  tubuh tidak normal.
5. ANAK DISABILITAS SOSIAL

Ciri-ciri atau tanda anak tunalaras antara lain:
- Bersikap membangkang dan suka berbohong.
- Mudah terangsang emosinya/emosional/mudah marah.
- Sering melakukan tindakan agresif, merusak, dan mengganggu.
- Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/norma hukum.
- Kurang/tidak mampu menjalin hubungan dengan orang lain.
- Mempunyai perasaan yang tertekan dan selalu merasa tidak bahagia.
6. ANAK DENGAN GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN
HIPERAKTIF
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan gangguan pemusatan
perhatian dan hiperaktif :
- Inatensi atau kesulitan memusatkan perhatian, seperti tidak mau  mendengar, gagal menuntaskan tugas-tugas, sering menghilangkanbenda-benda, tidak dapat berkonsentrasi, perhatiannya mudah terganggu, suka melamun, pendiam, harus diingatkan dan diarahkan terus-menerus. 
- Impulsif atau kesulitan menahan keinginan, seperti terburu-buru saat mendekati sesuatu, tidak teliti, berani mengambil risiko, mengambil kesempatan tanpa pikir panjang, sering mengalami celaka atau luka, tidak sabar, dan suka interupsi.
- Hiperaktif atau kesulitan mengendalikan gerakan,  seperti sangat sulit istirahat, tidak dapat duduk lama, bicara berlebihan, menggerakkan jari-jari tak bertujuan (usil), selalu bergerak ingin pergi atau meninggalkan tempat, mudah terpancing, dan banyak berganti-ganti posisi/gerakan.
7. ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISMA
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan gangguan spektrum
autisma:
- Ciri atau tanda anak spektrum autis bervariasi yang meliputi 3 bidang  yaitu: gangguan komunikasi/wicara, interaksi sosial, dan gerakan berulang-ulang (stereotipi) dengan derajat  ringan sampai berat. 
- Usia 0 – 2 tahun: anak jarang menangis atau sering menangis tanpa sebab (iritable), sulit bila digendong karena gerakan tangan dan kaki  berlebihan, tidak ada kontak mata, tidak ditemukan senyum sosial      (merespon/membalas  senyum orang lain disekitarnya), terkadang ada fase perkembangan motorik yang terlewati seperti anak tidak melewati fase merangkak tapi langsung berdiri/lari, menggigit tangan dan anggota  orang lain secara berlebihan.
- Usia 2 – 3 tahun: anak tidak tertarik bersosialisasi dengan anak lain, melihat orang sebagai benda, kontak mata terbatas, tertarik pada benda tertentu, tidak menyukai sentuhan/dipeluk,  marah bila rutinitas yang biasa dikerjakan diubah, menyakiti diri sendiri, dan agresif. 
- Anak sangat lambat bicara atau tidak bisa sama sekali , mengeluarkan suara yang aneh tanpa makna, mengulang-ulang ucapan lawan bicara, berbicara tapi tidak untuk berkomunikasi.
- Ditanya tidak bisa menjawab, bahkan mengulang pertanyaannya.
- Tidak bisa berkomunikasi dua arah dan tidak menatap mata lawan  bicaranya.
Kalau dipanggil tidak mau menengok.
-  Merasa tidak nyaman dalam keramaian, misalnya pesta ulang tahun,  perkawinan, dan lain sebagainya.
-  Merasa lebih nyaman bila main sendiri
-  Berperilaku aneh seperti jalan berjinjit-jinjit, berputar-putar, lompat-lompat, mondar-mandir tak bertujuan.
-  Sering melihat dengan mata yang miring.
-  Kelekatan dengan benda tertentu, sehingga kemana-mana harus  membawa benda tersebut.
-  Mengamuk hebat kalau tidak mendapatkan keinginannya.
-  Tertawa/menangis/marah tanpa sebab yang  jelas.
-  Tidak ada rasa empati.
-  Ada kebutuhan untuk mencium-cium sesuatu dan memasukan segala  benda yang dipegangnya ke dalam mulut atau digigit-gigit.
-          8. ANAK DENGAN GANGGUAN GANDA
-           
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan gangguan ganda:
- Memiliki perpaduan dua hambatan atau lebih, misalnya disabilitas  penglihatan dengan gangguan spektrum autisma, disabilitas penglihatan dengan disabilitas pendengaran, down syndrome/disabilitas intelektual dengan disabilitas pendengaran, dan lain sebagainya.
- Memiliki hambatan dalam berinteraksi sosial.
- Memiliki kemampuan yang sangat terbatas dalam mengekspresikan  atau mengerti orang lain.
- Pada umumnya mengalami keterlambatan perkembangan fisik dan motorik.
- Sering berperilaku aneh dan tidak bertujuan, misalnya menggosok-gosokan jarinya ke wajah, melukai diri (membenturkan kepala), mencabuti rambut, dan sebagainya.
- Seringkali tidak mampu mengurus kebutuhan dasar mereka sendiri seperti makan, berpakaian, buang air kecil, dan lain sebagainya.
- Jarang berperilaku dan berinteraksi secara konstruktif.
- Dibalik keterbatasan-keterbatasan di atas, anak tunaganda mempunyai  ciri-ciri positif seperti ramah, hangat, punya rasa humor,  keras hati dan berketetapan hati.
9. ANAK LAMBAN BELAJAR
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak lamban belajar:
- Fungsi pada kemampuan dibawah rata-rata kelas.
- Rata-rata prestasi belajar selalu rendah.
- Dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sering terlambat dibandingkan teman-teman seusianya.
- Daya tangkap terhadap pelajaran lambat.
- Butuh waktu lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan  tugas-tugas akademik dan  non akademik.
- Lebih suka berteman dengan anak yang berusia signifikan di bawahnya.
10. ANAK DENGAN KESULITAN BELAJAR KHUSUS
Ada tiga jenis anak dengan kesulitan belajar khusus:
1. Anak yang mengalami kesulitan belajar membaca (disleksia) Ciri-ciri atau tanda-tandanya sebagai berikut.
- Perkembangan kemampuan membaca lambat dan sering terjadi kesalahan dalam membaca.
- Kemampuan memahami isi bacaan rendah.
- Dalam menulis sering terjadi huruf yang hilang dalam satu kata pada awal, tengah atau akhir kata, atau sulit membedakan bentuk huruf atau angka yang hampir sama seperti menulis huruf d menjadi b, begitu sebaliknya. 
- Tidak mengindahkan tanda baca.
2. Anak yang mengalami kesulitan belajar  menulis (disgrafia)
Ciri-ciri atau tanda-tandanya sebagai berikut.
- Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai.
- Sering salah menulis huruf b dengan p, v dengan u, p dengan q, angka 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya.
- Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca.
- Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang.
- Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris.
3. Anak yang mengalami kesulitan belajar berhitung (diskalkulia)
Ciri-ciri atau tanda-tandanya sebagai berikut.
- Sulit membedakan tanda-tanda +, -, x, :, =, <, >
- Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan.
- Sering salah membilang dengan urut.
- Sering salah membedakan angka 9 dengan 6, 17 dengan 71, 2 dengan
5, 3 dengan 8, dan sebagainya.
- Sulit membedakan bangun-bangun geometri.
11. ANAK DENGAN GANGGUAN KOMUNIKASI/WICARA
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan gangguan
komunikasi/wicara:
- Anak tidak langsung menangis sesaat setelah dilahirkan,
- Tidak bereaksi ketika mendengar bunyi yang terjadi di sekitarnya.
- Tidak pernah atau sangat jarang menangis.
- Tidak suka menatap wajah atau membalas tatapan ibunya ketika  disusui.
- Kesulitan dalam mengisap, mengunyah, dan menelan saat makan dan minum.
- Belum mulai berbicara di usia sekitar 12 bulan.
- Perbendaharaan kata atau kalimat minim. 
- Tidak mampu menyusun  kalimat sederhana dan terkadang hanya menyebutkan suku kata akhirnya saja.
- Ada kelainan organ wicara, misalnya celah pada bibir atau sumbing, dan kelainan bentuk lidah.
- Suka menyendiri atau tidak bergaul.
- Bicaranya sulit dimengerti.
- Menujukkan gejala  terpaku pada sesuatu yang sulit untuk dialihkan (perseverasi)
12. ANAK DENGAN  KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA
Ciri-ciri atau tanda-tanda anak dengan kecerdasan dan bakat
istimewa:
- Memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata, kreatif, dan berkomitmen  terhadap tugas sangat tinggi.
- Memiliki kepekaan yang tinggi.
- Suka mendapat jawaban dari pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” tentang suatu hal.
- Mampu bekerja mandiri sejak kecil.
- Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang  diberikan.
- Mempunyai minat yang luas, bervariasi, dan mendalam.
- Mempunyai daya ingat yang kuat dan rasa keingintahuan yang tinggi  terhadap sesuatu hal.
- Mempunyai energi yang tinggi dalam berhubungan dan memberi  respon baik terhadap orangtua, guru, dan orang dewasa
- Suka berteman dengan anak yang berusia diatasnya.
- Suka mempelajari sesuatu yang baru dan mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan efisien.
- Mampu memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam  waktu yang bersamaan, dan cepat mengaitkan satu hal dengan hal yang lain.
- Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang, terutama terhadap tugas atau bidang yang diminati.
            Setelah kita mengetahui ciri-ciri anak berkebutuhan khusus tersebut maka  kita akan menyimpulkan bahwa anak berkebutuhan khusus itu tidak hanya anak ada di sekolah-sekolah luar biasa atau sekolah inklusif saja tidak hanya yang memiliki cacat visik atau mental saja, dan tidak hanya, namun kita akan berfikir bahwa tidak menutup kemungkinan disekolah umum seperti sekolah  negeri  juga ada bisa ada siswa yang berkebutuhan khusus. Lalu bagaimana upaya kita untuk menanganinya, jika disekolah kita ternyata terdapat anak yang memiliki ciri tersebut ?. Sebab penanganan terhadap anak berkebutuhan khusus sangatlah berbeda dengan anak normal seperti pada umumnya. Ini menjadi tugas bagi kita semua khususnya kepala sekolah, sebab kepala sekolahlah yang memegang peranan penting didalam membuat kebijakan.

By : SUJIMAN, S.Pd.I


Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

download gratis AL-qura'an Terjemah Per kata

download  gratis AL-qura'an Terjemah Perkata

Tidak ada bacaan yang lebih hebat di sisi Allah, Malaikat, dan Rasul-Nya selain Alquran. Karena itu, marilah memperbanyak membaca Alquran, meresapi setiap maknanya, kemudian dihafalkan dan selanjutnya diamalkan. Dengan begitu, kita akan menjadi manusia yang paling beruntung.

Rasulullah SAW menganggap Alquran itu sebagai al-Muta'abbadu bi tilawatihi (hal yang dianggap beribadah bila membacanya). Sayang, meski membacanya dianggap sebagai sebuah bentuk ibadah, kita masih sering membaca yang lain ketimbang Alquran.

Bahkan, banyak kaum Muslimin yang bangga telah membaca buku karangan tokoh tertentu. Mereka merasa pandai dan bertambah luas wawasannya setelah menamatkan buku itu. Mereka juga tak merasa berat untuk membeli beragam judul buku atau majalah. Semuanya dibaca tanpa ada yang terlewatkan.

Tapi, jarang sekali mereka mau menyentuh dan membaca Alquran yang jelas mendatang pahala dan rahmat dari Allah. Malah mereka membiarkan Alquran tero…

• software buat Cetak foto ukuran 2×3, 3×4, 4×6, 1R, 2R, 3R, 4R, 5R, 6R, 8R dan 8R+:

software buat Cetak foto ukuran 2×3, 3×4, 4×6, 1R, 2R, 3R, 4R, 5R, 6R, 8R dan 8R+:
Biasanya apabila kita ingin menctak foto yang biasa kita gnakan buat persyaratan baik lamaran kerja ,pemberkasan dll ,sering kita kesulitan mengatur ukaranya pada kesmpatan kali ini saya akan berbagi disini,
ACEF merupakan aplikasi yang langsung menata file dengan pilihan ukuran 2×3, 3×4, 4×6 tanpa perlu software editor.

·Cetak foto ukuran 2×3, 3×4, 4×6, 1R, 2R, 3R, 4R, 5R, 6R, 8R dan 8R+ ·Cetak per-baris, sehingga hemat kertas ·Tersedia ukuran kertas Kuarto dan ukuran kertas foto 4R ·Tata letak otomatis, menggunakan kertas sehemat mungkin ·Dapat langsung dicetak atau disimpan dalam bentuk file ·Mampu mengubah menjadi foto hitam-putih dengan perbandingan warna yang proposiona
Download file ACEFVersi 2.2 Beta tanpa DotNet (Windows XP SP3 / Vista / 7 / 8)

downloadACEFVersi 2.2 Beta tanpa DotNet (Windows XP SP3 / Vista / 7 / 8)